Pesan cinta untuk putriku

riizzz

Syukur Alhamdulillah….kami panjatkan kepada sang pemilik alam ini Allah SWT karena telah mengkaruniakan kepada kami anak yang SHOLEH, CANTIK, PINTAR dan juga membanggakan kami sebagai orangtua.

Ketahuilah…

Anakku….SHOLEH itu terletak di hati pada Taqwa kita kepada Allah SWT nak….

Anakku….CANTIK  itu tidak sekedar fisik belaka…namun kecantikan abadi terletak pada hati dan prilaku kita nak….

Anakku….PINTAR itu bukan hanya ketika kamu paham akan pelajaran yang sudah ustad dan ustadzah juga bunda/ayah berikan padamu….Tapi…ketahuilah anakku…PINTAR itu ketika kamu bisa memilah mana yang HAQ dan mana yang BATHIL….

Dan Anakkku…apapun bentuk keindahan yang telah kamu ketahui di dunia ini …bukanlah keindahan yang nyata nak…Tapi keindahan yang nyata kelak ada di SYURGA….

Besar harapan Bunda dan Ayah untukmu ananda…smoga ananda menjadi anak yang SHOLIHAH dan berguna bagi mayarakat dan Agama ISLAM…

Sedikit kata-kata ini semoga kelak engkau mengerti anakku…

**10 Mei 2012**just an ordinary word from the deepest heart ….

Kelas baru…..oda baru…..pengalaman baru….seru….!!

Setelah beberapa tahun ada di kelas bawah….tahun ini adalah tahun pertama bunda berkecimpung di kelas atas 4 dan 5. Hemmm ada enaknya tapi banyak juga yang ueeenaknya hi…hi…hi….

Seperti yang ini nih….ODA nya . Wuih…fresh dech pokoknya. Kalau yang tahun-tahun sebelumnya kalau ODA cukup di dalam kota saja atau bahkan halaman sekolah :) ——PERSADA maksudnya he…he…tapi kali ini bunda pergi ke luar kota bersama anak-anak. Yes ! Pasuruan…..I’m coming….!!  tepatnya di Villa hortensia.

Tim Sukses kelas 4 pun beraksi  !! Dan…inilah beberapa aksi anak2 di acara ODA yang punya Tema “ Sinau neng Alam Tambah Prigel Lan Mandiri “ oleh Laskar Penghijauan ( siswa kelas 4 )

 CIMG9560Persiapan oleh Ustad Saruji

Pengarahan dari EO

CIMG9578

 CIMG9591CIMG9690

Senangnya membuat batu bata :)

 

 

 

 

CIMG9698

Ustdzahnya ga’ kalah seru ! ikutan bikin batu bata.

 

CIMG9727

Bikin jamur juga…..!

 

 

 

 

 

CIMG9731 “ Ini jamur bikinanku “ kata Rasyad 4c

 

 

 

 

CIMG9627

“ Dah laper nich..! Mari makannnn “

 

 

 

 

CIMG9765

Bikin tempe juga lho….! In buatanku….!

 

 

 

 

CIMG9774

Walaupun bersenang2…tetep harus ingat dengan kebesaran Allah SWT …ESQnya  …Mantap dech !

 

 

CIMG9784

 

ESQ selesai….waktunya tulis surat kepada ayah dan bunda nun…jauh di sana….!

 

 

CIMG9805

CIMG9818 

Penampilan bakatnya semangat sekali yak….!

( bersambung…….)

memimpin….? emang dah siap ….?

from the deepest heart for dear friends….

Suatu ketika ada seseorang yang bertanya “ Pernahkan dipimpin oleh seseorang ?” sayapun menjawab pernah. “Bagaimana rasanya ketika kita dipimpin olehnya? menyenangkankah ? apa kepemimpinannya mampu mengakomodir semua kebutuhan kita? huh.., rasanya seperti itu lah pertanyaan umum yang sering dilontarkan orang terkait kepemimpinan seseorang. Taukah kamu hal penting yang mesti diperhatikan dan yang nantinya harus dipertanggung jawabkan kepada sang Khaliq oleh seorang pemimpin?

Wah…ngeri’ nich… Ok! saya akan menjadi pendengar yang baik kali ini, pasang pendengaran yang tajam dan wajib dipahami.

Bagi mereka yang terbiasa memimpin, mungkin menjadi pemimpin itu akan mudah, but will be complicated jika dihadapkan kepada seseorang yang tidak mengenal How to be a good leader. ( setuju…)

Memimpin bukan hanya terletak pada sebuah seni, melainkan ada juga dasar keilmuan yang menyertainya. ( OK dech mantab..! )

Adapun beberapa factor yang perlu kita cermati dalam mengenal gaya kepemimpinan:

Jadilah seorang peimpin yang peduli

Orang yang kita pimpin tidak akan mempedulikan apa yang kita ketahui sebelum kita mengetahui apa saja yang kita pedulikan dari orang yang kita pimpin. Memimpin bukan berarti kita dengan seenaknya menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu hal. Orang akan mau untuk kita pimpin apabila kita juga mengerti tentang apa yang mereka butuhkan. Sehingga, mereka akan yakin jika kita mampu dan mau untuk memenuhi semua kebutuhan mereka.

Jadilah seoarng pemimpin yang RENDAH HATI

Pemimpin yang baik tidak akan memimpin karena EGO. Jadi, kita sebagai pemimpin harus dapat bersikap rendah hati dan tidak memandang rendah orang yang kita pimpin. Orang yang memimpin dengan ego akan memerintah dengan penuh amarah, emosional, dan menciptakan suasana yang serba ketakutan. Memang saat dia memimpin akan ada banyak yang menaatinya, tapi setelah masa kepemimpinannya selesai maka tidak akan ada lagi orang yang bersedia untuk mengikutinya. Dengan kata lain, pengaruhnya terhadap orang yang sebelumnya pernah dipimpin akan lenyap. Karena itu, bagi kita sebagai pemimpin jadi lah pemimpin yang menjadi pemimpin karena dipercaya untuk memimpin, bukan semata karena usaha keras kita untuk bisa mendapatkan gelar sebagai seorang pemimpin.

Jadilah seorang pemimpin yang sederhana dan jelas

Bagaimana mungkin seseorang akan menjalankan perintah yang ngawur, ruwet, dan membingungkan? Karena itu, kita harus membuat sebuah penyederhanaan. Perintah kita harus sederhana untuk menghindari kerumitan berpikir dan bertindak, jelas agar mudah dipahami maksudnya, dan mengarah langsung pada fokus tujuan yang ingin dicapai. Kita sebagai pemimpin juga tidak boleh terlalu kaku ataupun bimbang dalam mengkoordinir pengikut kita. Yang dibutuhkan di sini adalah gaya yang fleksibel, artinya keputusan kita pun dapat berubah seiring dengan desakan kebutuhan dari orang yang kita pimpin.

Seoarng pemimpin yang menghorati lawan dan kawan

Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak pernah meremehkan orang lain. Jika kita sebagai pemimpin terbiasa untuk meremehkan kinerja orang lain, maka itu artinya kita sama saja tidak menunjukan kalau diri kita hebat dan penting, tapi menunjukan betapa kerdilnya diri kita sendiri. Kita harus bersikap hormat dan menghargai orang lain, karena dengan begitu kita akan memiliki kharisma yang luar biasa di mata orang lain. Kita tidak membuat kawan maupun lawan takut kepada kita, tapi membuatnya segan kepada kita. Pemimpin yang besar itu tidak pernah mengemis untuk mendapatkan kepercayaan dari orang yang dipimpinnya, tetapi berusaha bagaimana untuk menunjukan kepada mereka cara mempercayai diri mereka sendiri.

Tidak Memimpin dengan AMBIsIUS

Memimpin secara ambisius erat kaitannya dengan emosional dan berujung pada kepentingan pribadi. Kita sebagai pemimpin seharusnya bisa untuk bersikap membedakan kepentingan pribadi dan kelompok. Jangan pernah mencampur adukan di antara keduanya. Pemimpin yang ambisius bisa saja mendapat kepercayaan, tapi tidak akan mungkin mendapatkan pengikut!

Memimpin dengan emosi yang stabil

Emosi tidak berarti selalu dikaitkan dengan hal yang buruk. Emosi merupakan gejolak sebagai indikator terhadap apa yang sedang kita rasakan. Emosi merupakan alat yang memberitahu kita apa yang seharusnya kita lakukan sebagai tindak lanjut atas apa yang kita rasakan. Memiliki emosi yang kurang stabil itu tidak baik, apalagi jika digunakan untuk memimpin seseorang. Jangan pernah meneriakan sebuah hal di depan umum, karena hal tersebut dapat mengurangi wibawa kita sebagai pemimpin. Hal yang demikian akan memberikan pandangan orang yang kita pimpin jika kita adalah orang yang kurang pintar menguasai diri. Jika sudah demikian, saat kita sudah dicap tidak lagi mampu menguasai diri sendiri, bagaimana mungkin kita bisa menguasai orang lain?

Pentingnya Partisipasi orang Yang kita Pimpin

Kita sebagai pemimpin ada untuk merealisasikan kebutuhan dari mereka yang kita pimpin. Sebagai manusia biasa, kita hanya akan tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan saat mereka mau menyampaikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan dan harapkan dari kepemimpinan kita. Aturlah partisipasi aktif dari mereka dalam mempengaruhi kepemimpinan kita. Akan tetapi, partisipasi ini muncul saat kita benar-benar tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Kita juga harus pandai mengatur frekuensi peran aktif orang yang kita pimpin agar tidak terlalu berlebihan maupun tidak terlalu kurang. Tetap jaga stabilisasi agar kepemimpinan kita tidak terlalu demokrasi yang berlebihan atau diktator yang berlebihan.
Dengan menjadi pemimpin yang baik akan membawa kita pada keberhasilan tujuan dari apa yang selama ini kita semua harapkan. Semua kebutuhan akan terakomodir, masalah dapat diminimalisasi, dan tujuan yang jelas dapat dicapai. Memimpinlah dengan pikiran dan hati sanubari. Dengan begitu, keberhasilan memimpin akan selalu ada di tangan kita semua.

INSyaAllah….Wallahualam Bishawab….

Wahai sobat di manakah kalian kini …….

Wah….ternyata banyak banget koleksi fotoku di laptop

kesayangan ini. 

Ku pandangi masa lalu yang indah itu satu….persatu….

Kadang tawaku pecah…kadang pula sedihpun datang

“ hm….mengapa masa sekarang tidak seperti masa yang lalu ?”

begitu tanyaku pada hati kecilku ini.

Sampai pada file foto yang mebuatku sangat ingin sekali lama

memandangnya……dan terucap “ Di mana kalian sekarang wahai

sobat ? “

Yah….foto itu kok ya pas bertiga seh…dan memang 3 teman baikku ini pergi meninggalkan sekolah tercinta ini untuk mengemban tugas yang lebih mulia tentunya .

 Foto218dari kiri kekanan Yuni, Santi , dan Sulistyowati Nugraheni.

Aq ingat ketika itu Qta baru selesai acara terima raport kelas 3 , ga tau kenapa mereka pengen di foto bertiga begini. Eh….ga taunya mereka bertiga pergi juga tentunya untuk mendapat tugas yang lebih mulia tentunya.

Semoga qta akan dipertemukan lagi sobat….

Nikmatnya Berpuasa

Oleh Mudjahirin Thohir

Dalam tubuh manusia, terdapat segumpal darah. Begitu kata Rasul. Jika ia baik, baik pula keseluruhannya. Sebaliknya. Jika buruk, buruk pula seluruhnya. Segumpal darah itu adalah hati.

Dalam bahasa lain, hati adalah qolbun. Disebut qolbun karena memiliki sifat atau kecenderungan yang berubah-ubah. Terkadang, mengikuti dorongan id. Pada kali lain, mengikuti apa kata super-ego.

Id adalah dorongan nafsu. Bersifat hewani. Hasratnya tertuju kepada kesenangan, kemewahan, dan keserakahan. Maklum, digerakkan oleh kekuatan setan. Sedang super-ego adalah hati nurani. Oleh Imam Ghozali, disebut Nafsu muthmainnah. Ia bertindak atas dasar akal budi. Akal budi sering mengatur kehidupan bercorak manusiawi. Ketika id mengajak menyimpang, super-ego bilang: Jangan. Misalnya, jangan menipu, jangan korupsi, dan jangan semena-mena.

Pergumulan tiada akhir antara id dan superego demikian, menjelaskan bahwa qolbun manusia, berada di antara tarikan setan dan Tuhan. Apa yang disukai setan, dibenci Tuhan. Sebaliknya, tindakan yang sukai Tuhan, dibenci setan. Barangkali hanya satu hal yang sama-sama dibenci oleh keduanya, yaitu memperkosa anak-anak setan.

Itulah sebabnya, manusia mudah bimbang. Bimbang untuk menentukan pilihan. Apakah lebih takut ancaman Illahi atau mengikuti dorongan birahi. Apakah tetap jujur di lingkungan orang-orang yang korup sehingga dijauhi teman, atau ikut-ikutan korupsi sekalian.

Konflik batin seperti itu berjalan mengikuti edaran waktu. Dari hari ke hari. Dari bulan ke bulan.

Jika konflik batin dalam kehidupan manusia dilihat dari episode waktu seperti itu, maka bulan Syakban adalah episode dari suatu puncak pertikaian. Artinya, pada bulan Syakban itu, manusia harus menentukan pilihan. Ikuti saja dorongan nafsu setan atau kembali ke garis Tuhan. Jika yang terakhir yang menjadi pilihan, maka Ramadlan adalah episode peleraian. Pada episode peleraian inilah sang actor yakni orang-orang yang berpuasa sedang melakukan wisata rohani. Tujuan akhirnya, menemukan jati diri. Itulah Idul Fitri. Kembali ke fitrahnya sendiri. Dari titik inilah relasi manusia dengan Tuhannya bertemu, sebagaimana ungkapan kaum sufi: man arafa nafsahu fa qod arafa rabbahu. Inilah dictum kenikmatan puasa yang tiada tara.

Tetapi apa yang terjadi? Rupanya, masih banyak orang yang memahami puasa sebagai bulan pencegahan hasrat badaniah. Puasa lebih dilihat sebagai larangan makan minum seharian. Termasuk bersebadan.

Celakanya, dalam koredor seperti itu, kita terbiasa dan membiasakan sarapan dan makan siang. Ketika jadwal makan itu diubah, perut menjadi terkejut. Dalam keterkejutan seperti itu, nada dasarnya adalah lapar.

Rasa lapar seperti itu, rupanya terespons oleh fa’al. Lantas sebagian shoimin alias orang yang berpuasa, lebih memilih untuk bermalas-malasan. Lihatlah masjid dan musholla di siang hari. Di sana, begitu banyak orang mengfungsikannya untuk bertiduran.

Kok jadi begitu. Kenapa? Kalau ditanya, mungkin mereka berkilah. Naumush shoim ibadah. Tidurnya orang puasa itu ibadah. Memang tidak salah karena begitulah bunyi teksnya. Tetapi jika itu yang menjadi pilihan, maka bulan puasa menjadi bulan penurunan produktivitas. Jika faktanya begitu, lalu kapan orang Islam bisa maju?

Itulah dampak kalau puasa dilihat dari sisi lahiriahnya: lapar. Lapar yang disengaja. Rasa lapar seperti itu, dimaksudkan untuk menumbuhkan kepekaan sosialnya. Menolong antar sesamanya. Dari sinilah Allah mengajarkan makna lapar lewat bahasa puasa: “Mencintai Aku artinya mencintai makhluk-Ku”.

Jadi, puasa adalah media Tuhan untuk mengajarkan kepada manusia untuk saling bertolong-menolong dalam kebajikan. Bukan dalam kejahatan. Agama mengajarkan altruisme seperti kewajiban mengeluarkan zakat fitrah. Untuk apa? Agar hidup menjadi bermakna. Meaningfull. Bukan meaningless.

Ada kisah dalam Isra’ Mikraj Nabi yang layak dituturkan. Dua orang lelaki, yang satu adalah seorang abid (ahli ibadah). Terbiasa dan membiasakan sholat dan berpuasa tetapi menghindar untuk bersedekah. Padahal dia orang berpunya. Yang satu lagi, boleh dikata, tidak punya amalan kebaikan. Tidak sholat, tidak pula berpuasa. Tetapi, suatu hari, orang itu memberi minum seekor anjing yang hampir mati karena kelaparan. Pada pengadilan akhir nanti, siapa lalu yang dimasukkan surga? Ternyata, bukan yang ahli ibadah tetapi tidak mau bersedekah. Melainkan lelaki yang menyelamatkan nyawa seekor anjing yang kelaparan. Orang itu dimasukkan surga karena kepada seekor anjing saja, ada kepedulian, apalagi dengan sesama insan.

Jadi, rasa lapar ketika berpuasa, seharusnya menjadi bekal agar jiwa ini terpanggil untuk bersedia menanggulangi kelaparan orang lain. Mengurangi beban orang lain. Bukan sebaliknya, mempersulit orang lain.

Kalau kita berhasil menangkap pesan-pesan itu, maka bulan puasa menjadi bulan yang penuh keindahan dan kenikmatan. Bukan saja ketika waktu berbuka telah tiba, tetapi juga di dalam bulan puasa itu, pahala atas kebajikan dilipatgandakan; dan dosa terampunkan. Mengapa? Karena – seperti dalam hadits qudsi – Tuhan berkata: Asyiamu li wa ana ajzi bihi, wal hasanatu bi asyri amtsaliha. Puasa itu untuk-Ku. Dan Aku yang akan memberi pahala atas puasanya dengan kelipatan sepuluh kalinya.***

Thanks for nice holiday Ayah…

Wah….dah lama nich ga isi blog…Ok kali ini bunda pengen isi dengan cerita liburan beberapa waktu yang lalu bersama ayah dan rekan sekantornya. Alhamdulillah kesampaian juga kita ke sana.

Pertama kita chek in dulu di hotel Songgoriti untuk meletakkan barang-barang. Kemudian baru kita ke Jatim Park 2 dan batu secret zoo anak-anak bermain sepuasnya di sana setelah itu kita pulang dulu ke hotel. Nah…baru dech malam harinya berangkat kita ke BNS ( Batu Night Spektakuler ) . Yah…karena anak-anak masih pada kecil dan ga ada yang jagain bunda jadi ga bisa ikut main seru-seruan sama temen ayah yang lain..:(  lain kali mungkin ya….

Sudah capek…kita pulang lagi dech ke hotel untuk istirahat. And….kita berenang besoknya….Hore…

Nih… dia beberapa foto-foto di sana

IMG_7555 IMG_7587

IMG_7592  IMG_7642

IMG_7704 IMG_7726

IMG_7738   IMG_7784

Semoga suatu saat nanti kita bisa ke sana lagi bersama keluarga tercinta….Amin….

 

.

persada ceria 2011

Pada hari Sabtu tepatnya tanggal 16 dan 17 April 2011,siswa kelas 3 SD Lqman Al Hakim Surabaya mengadakan kegiatan PERSADA.

Yup…Perkemahan Sabtu Ahad ini adalah salah satu rangkaian program unggulan di kelas 3 yang paling akhir dan tentunya yang paling ditunggu-tunggu oleh para siswa. Dan program yang sangat melelahkan tentunya bagi para panitia :)

Walau bagaimanapun tetap MENYENANGKAN….euy..Di PERSADA ini salah satu bidikannya adalah mengenai implementasi tanggungjawab  dan kemandirian siswa. Kegiatannya padat sekali. maka tak heran jika selesai acara banyak dari para siswa dan panitia yang KO ha…ha..ha..Kegiatan di mulai dari pukul 12.00 pada hari Sabtu dan berakhir pukul 10.00 keesokan harinya tepatnya pada hari Minggu.

Adapun kegiatannya adalah mulai dari cek in peserta, pembukaan, dinamika kelompok, game kebersamaan,malam inagurasi, dan caraka malam. Yang barusan di sebut itu acara pada hari Sabtu saja lho! Untuk Minggunya jreng..!jreng…! mulai dari olah raga, memasak bersama (masak nasi goreng euy…nyam…nyam…) dan aktivitas terakhir adalah…Out Bond Yuk….

Bisa dibayangkan donk…bagaimana padatnya acaranya? GIVE APPLAUSE donk buat siswa dan panitia….Selama 6 tahun bunda di kelas 3 baru kali ini nich bisa ikut menginap dan tidur di tenda. Rasanya seneng banget Gitu Lho..!

Nah…ini ada beberapa foto kegiatan PERSADA CERIA silahkan di cermati ( maksudnye..?….ha…ha..ha…)

P1100110Pembukaan oleh ustadzah Somi’ selaku kepala Sekolah

P1100115  Pelepasan burung

 P1100125P1100134

Kegiatan Dinamika kelompok membuat dan mempresentasikan nama kelompok masing-masing.

P1100160  P1100157

Game kebersamaan “siapa ya….yang kelompoknya paaaling panjang ?”

P1100169 P1100167

Berpose bersama pendamping kelompok di depan tenda.

P1100194 P1100206

P1100220 P1100225

Beberapa penampilan di malam Inagurasi ( ada puisi berantai, tari saman, parodi lagu, dan nasyid )

P1100232

Caraka mala dan dilanjutkan muhasabah

 P1100235

Biar sehat…olahraga dulu dech…dipandu oleh ustadz Saruji dan Heri

  P1100268P1100250

P1100291 Memasak dan makan bersama Hem…Lezatnya nasi goreng buatanku..

P1100306 P1100307

Bersih-bersih tenta dulu ah…meang anak yang rajin ya…!

P1100342 P1100327

Beberapa kegiatan Out Bond

P1100142 CIMG0133

CIMG0136 P1100128

Beberapa pose narsis panitia ha..ha…ha…